FORUM TEBING TINGGI | Ketua Terpilih Pimpinan Cabang Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Kota Tebingtinggi Periode 2026–2028, Irgi Ahmad Fahrezi, menyampaikan klarifikasi resmi terkait pernyataan yang sebelumnya beredar dan mengatasnamakan organisasi terkait polemik Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tebingtinggi.
Dalam pernyataan tertulis yang disampaikan melalui pesan singkat WhatsApp pada Senin (18/05/2026), Irgi Fahrezi menegaskan dirinya tidak mengetahui maupun memberikan izin kepada Sekretaris PC HIMMAH Kota Tebingtinggi untuk menyampaikan pernyataan publik atas nama organisasi.
“Saya Irgi Ahmad Fahrezi selaku Ketua Terpilih PC HIMMAH Kota Tebingtinggi Periode 2026–2028 menyatakan tidak mengetahui dan tidak mengizinkan Sekretaris membuat pernyataan tersebut,” tegasnya.
Irgi menilai setiap sikap organisasi seharusnya dibangun melalui komunikasi internal dan mekanisme kelembagaan agar tidak menimbulkan perbedaan persepsi di tengah masyarakat.
Terkait isu Sekretaris Daerah Kota Tebingtinggi, Irgi juga menyampaikan pandangan pribadinya. Menurutnya, posisi Sekda membutuhkan figur yang memiliki ketegasan, konsistensi, serta kemampuan menjaga stabilitas birokrasi dalam menjalankan roda pemerintahan daerah.
“Menurut pandangan saya, Sekda harus memiliki sikap tegas. Saya menilai Bapak H. Erwin Suheri Damanik masih pantas menjabat sebagai Sekda Kota Tebingtinggi dan layak dipertahankan,” ujarnya.
Selain itu, Irgi meminta Wali Kota Tebingtinggi dalam mengambil keputusan terkait jabatan Sekda tetap berpedoman pada mekanisme, aturan perundang-undangan, serta mempertimbangkan berbagai masukan secara objektif dan proporsional.
“Saya meminta Wali Kota Tebingtinggi mempertimbangkan keputusan terkait posisi Sekda sesuai mekanisme yang berlaku agar proses berjalan transparan, objektif, dan akuntabel,” tambahnya.
Dia menegaskan HIMMAH tetap berkomitmen menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan publik secara kritis, namun tetap mengedepankan etika organisasi, dialog, dan koridor hukum.
PC HIMMAH Kota Tebingtinggi, juga membuka ruang komunikasi dengan seluruh pihak demi menjaga stabilitas sosial dan kepentingan masyarakat Kota Tebingtinggi secara luas.
Munculnya dua pernyataan berbeda dari internal HIMMAH Kota Tebingtinggi menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang dalam menyikapi polemik Sekda Kota Tebingtinggi.
Sebelumnya, Sekretaris HIMMAH Kota Tebingtinggi, Muhammad Prima, mengambil sikap kritis dengan menyoroti dugaan tindakan intimidatif, lemahnya koordinasi birokrasi, serta meminta evaluasi bahkan desakan mundur terhadap Sekda.
Sementara itu, Ketua Terpilih HIMMAH Kota Tebingtinggi, Irgi Ahmad Fahrezi, justru memilih pendekatan yang lebih normatif dan kelembagaan. Irgi menilai Sekda masih layak dipertahankan serta meminta seluruh proses tetap mengacu pada aturan dan mekanisme pemerintahan yang berlaku.
Perbedaan sikap tersebut memperlihatkan dinamika internal organisasi mahasiswa, di mana satu pihak menitikberatkan kritik terhadap kebijakan dan gaya kepemimpinan birokrasi, sedangkan pihak lainnya lebih menekankan stabilitas pemerintahan, prosedur hukum, dan komunikasi organisasi.
Meski demikian, kedua pihak sama-sama menegaskan pentingnya menjaga kepentingan masyarakat serta kondusivitas Kota Tebingtinggi agar berbagai dinamika yang berkembang tidak memicu perpecahan di tengah publik. (MET)







