Pemko Lhokseumawe Bina Koperasi Untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Diperindag Lhokseumawe
Kepala Disperindagkop Pemko Lhokseumawe Muhammad Rizal didampingi Kasi Pembinaan Koperasi dan Kelembagaan, Ghufran Nuristan, bersama pengurus Koperasi Produsen Serba Usaha Mon Jaya.

Pada usia udang 65 hari, dalam satu kilogram antara 90 sampai 100 ekor udang. Saat itu, sejumlah 10.000 udang dipisahkan. “Memasuki 65 hari, dipancung 10.000 ekor,” jelasnya.

Selanjutnya, pada usia udang 80 hari kembali dipisahkan sebanyak 10.000 ekor. Ukurannya mencapai, 80 sampai 90 ekor per kiogram. “Pada umur 80 hari dipancung lagi 10.000,” tambah dia.

Diperindag Lhokseumawe
Kepala Disperindagkop Pemko Lhokseumawe Muhammad Rizal didampingi Kasi Pembinaan Koperasi dan Kelembagaan, Ghufran Nuristan, S.STP, saat meninjau lokasi budidaya udang vaname binaan Koperasi Produsen Serba Usaha Mon Jaya.

Tingkat kematian udang setiap kolam diperkirakan 20 persen. Sementara, panen dilakukan pada usia udang 120  hari. Ukuran udang saat panen mencapai 40 sampai 70 ekor per kilogram.

Penebaran udang vaname di Uteun Bayi ikut dihadiri sejumlah anggota DPRK Lhokseumawe. Diantaranya, Wakil Ketua DPRK Lhokseumawe, Irwan Yusuf dari Partai Gerindra. Selain itu juga hadir politisi Partai Gerindra lainnya, Muhammad Ismail Shaleh, Zulkaidi, SE, dan Akmal Kasim.

H Ismuha Ismail juga menjelaskan, Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Budidaya Ikan/Udang Vaname Sistim Bioflok Untuk Kota Lhokseumawe dan Dapil 2 Aceh ini, diprakarsai oleh Ir. Haji T.A. Khalid, MM, Ketua DPD Gerindra Aceh sekaligus Anggota Komisi 4 Fraksi Gerindra DPR-RI. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *