OPINI  

Islam Mengakhiri Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

OPINI
Atika Nasution, mahasiswi alumni Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Medan

Nawal Lubis Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Sumatra Utara (Sumut), menyinggung data yang kuranglengkapdan akurat terhadap kasus kekerasan perempuan dan anak. Nawal menyebutkan pentingnya data dan informasi yang akurat menjadi hal yang utama, khususnya dalam melakukan penyusunan program kerja, langkah tindak lanjut hingga tahap evaluasi untuk perbaikan. Oleh karena itu, kurang akuratnya data dan informasi dapat menyulitkan dalam pengambilan keputusan, dan diperlukan sistem pencatatan dan pelaporan yang terstandarisasi di seluruh wilayah Indonesia melalui Simfoni-PPA.

Nawal mengingatkan bahwa saat ini merupakan era transparansi, dimana data dan informasi sudah seharusnya mudah dan cepat seiring perkembangan teknologi. Namun dengan kondisi tersebut, tanpa ada akurasi yang dijaga oleh instansi pemerintah, bukan tidak mungkin dapat menimbulkan dampak yang kurang baik, misalnya seperti berita bohong dan sebagainya(IDN TIMES. 22 Mei 2022).

Akurasi data terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak sangat penting bagi upaya menjamin terpenuhinya hak korban untuk mendapatkan layanan dan penanganan yang dibutuhkan, serta mewujudkan keadilan dan penegakan hukum. Namun hingga kini, kasus kekerasan hanya tercatat sebagian kecil saja. Padahal, data tersebut sangat penting dan dibutuhkan sebagai dasar untuk melakukan berbagai intervensi dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan.Oleh karena itu,kalau membuat metode pendataan yang valid dan akurat saja belum bisa, bagaimanabisa memberikan dan menjalankan solusi untuk menuntaskan kasus-kasus kekerasan perempuan dan anak.

Padahal menyelesaikan kasus-kasus ini membutuhkan paradigma yang holistik, menyeluruh dan mengakar. Dari hal ini tampak bagaimana penanganan yang diberikan dalam sistem kapitalis hari ini. Sulit untuk dapat menyelesaikan kasus yang sangat merugikan rakyat terutama korban kekerasan yang tidak mendapatkan keadilan. Inilah yang terjadi ketikasistem kapitalisme-sekulerisdijadikan sistem kehidupan.Maka keamanan, keadilan dan kesejahteraan akan sulit di dapatkan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *